JANGAN MENYERAH ATAS IMPIANMU, IMPIAN MEMBERIMU TUJUAN HIDUP. INGATLAH, SUKSES BUKAN KUNCI KEBAHAGIAAN, KEBAHAGIAANLAH KUNCI SUKSES. SEMANGAT DENGAN TUJUAN AWAL !

Minggu, 23 April 2017

Marawis Al-Baitul Hasanah Pimpinan Al Ustad Lili Blok Cicadas Rw 17/12 Kel. Dangdeur Subang 41212, Jawa Barat Tlp. 089639952834 (Inal doen)



Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Marawis biasanya di tampilkan dalam acara Maulid Nabi Muhamad SAW, pada bulan rajab atau sering di sebut rajaban atau acara yang lainnya yang berkaitan dengan agama.

SEJARAH 

Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari Yaman. Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan hajir (gendang besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm, dumbuk atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong kayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin atau krecekdan [Symbal] yang berdiameter kecil. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu

Dalam Katalog Pekan Musik Daerah, Dinas Kebudayaan DKI, 1997, terdapat tiga jenis pukulan atau nada, yaitu zapin, sarah, dan zahefah. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu gembira pada saat pentas di panggung, seperti lagu berbalas pantun. Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW (shalawat). Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak, sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu.

Pukulan sarah dipakai untuk mengarak pengantin. Sedangkan zahefah mengiringi lagu di majlis. Kedua nada itu lebih banyak digunakan untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat. Dalam marawis juga dikenal istilah ngepang yang artinya berbalasan memukul dan ngangkat. Selain mengiringi acara hajatan seperti sunatan dan pesta perkawinan, marawis juga kerap dipentaskan dalam acara-acara seni-budaya Islam.

JUMLAH PEMAIN 

Musik ini dimainkan oleh minimal sembilan atau sepuluh orang. Setiap orang memainkan satu buah alat sambil bernyanyi. Terkadang, untuk membangkitkan semangat, beberapa orang dari kelompok tersebut bergerak sesuai dengan irama lagu. Semua pemainnya pria, dengan busana gamis dan celana panjang, serta berpeci. namun ada juga wanita. Uniknya, pemain marawis bersifat turun temurun. Sebagian besar masih dalam hubungan darah - kakek, cucu, dan keponakan. Sekarang hampir di setiap wilayah terdapat marawis.

3 komentar:

  1. mantap u, pami tiasa masukan ti saya:
    tampilkeun videona di blog

    bisi butuh video marawis na bilih bade di masukeun u
    https://www.youtube.com/watch?v=hFPkz6YJcNo
    https://www.youtube.com/watch?v=qMsEt0Khy0E
    https://www.youtube.com/watch?v=nZyoSKWtWcw

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum,mw menawarkan produk tepung kami berbahan dasar singkong kl berkenan...jenis tepung yg kami py CASSAVA,MOCAF N TAPIOKA trimakasih sbelumnya
    TLP/WA 081333964782

    BalasHapus