JANGAN MENYERAH ATAS IMPIANMU, IMPIAN MEMBERIMU TUJUAN HIDUP. INGATLAH, SUKSES BUKAN KUNCI KEBAHAGIAAN, KEBAHAGIAANLAH KUNCI SUKSES. SEMANGAT DENGAN TUJUAN AWAL !

Senin, 24 April 2017

Makanan yang ada di Blok Cicadas Kel. Dangdeur Subang, jangan takut kelaparan kalau main ke Blok Cicadas Dangdeur karena banyak makanan yang bisa mengganjal perut anda.

Bisa juga menerima pesanan untuk hajatan atau syukuran, bisa juga langsung datang ke Blok Cicadas. Untuk pemesanan komen aja di kotak komentar, untuk nomor yang bisa di hubungi nanti nyusul upload selanjutnya.

1. Nanas



Blok Cicadas juga tersedia nanas dari mulai nanas biasa sampai nanas simadu, kalau kalian main ke cicadas akan menemukan nanas sepanjang Jl. Piere Tendean cicadas subang, dari arah kalijati-subang atau sebaliknya.

2. Dodongkal

Dodongkal atau Dongkal adalah sejenis makanan tradisional atau kue tradisional indonesia yang termasuk ke dalam kelompok jajanan pasar. Dongkal terbuat dari beras yang ditumbuk halus hingga menghasilkan tepung. Kemudian tepung beras yang telah halus diisikan gula aren dan dikukus. Dongkal biasanya disajikan diatas daun pisang dan ditaburi parutan kelapa diatasnya. Dongkal termasuk kedalam makanan jajanan pasar Indonesia yang mulai langka. Makanan ini bisa ditemui di beberapa daerah di Jawa Barat seperti Sukabumi, Bogor, dan Cianjur. Di daerah Bandung, Dongkal dikenal dengan nama Awug. Dongkal biasa disajikan bersama secangkir teh sebagai kudapan.

3. Opak

                                         Image result for opak 

Opak adalah kudapn kering renyah sejenis dengan kerupuk khas Sunda, Jawa Barat. Opak berbeda bahan dasarnya dari kerupuk. Kerupuk terbuat dari tepung tapioka, sedangkan opak terbuat dari tepung keras yang diberi bumbu garam, gula, dan bumbu penyedap.

4. Rengginang/Ranginang


                                       Image result for rengginang


Rengginang adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari nasi atau beras ketan yang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah panas matahari lalu digoreng panas dalam minyak goreng dalam jumlah yang banyak. Agak berbeda dari jenis kerupuk lain yang umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan seperti tepung tapioka atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak dihancurkan sehingga bentuk butiran nasi atau ketannya masih tampak. Seringkali rengginang dibuat dari nasi sisa yang tak termakan, lalu dijemur dan dikeringkan untuk kemudian digoreng dan dijadikan rengginang.

Di Jawa Tengah juga dikenal penganan yang sama yang disebut intip goreng, yakni kerak nasi (Jw.: intip) sisa menanak yang melekat pada dandang yang kemudian dikeringkan dan digoreng. Perbedaan antara intip goreng dan rengginang hanyalah pada ukurannya. Intip berukuran lebih besar daripada rengginang karena dicetak dari dasar dandang atau periuk penanak nasi. Dalam pada itu, di beberapa tempat di Jawa Barat dikenal pula penganan berbentuk serupa namun dengan bahan dasar singkong atau gaplek, yang disebut renggining.

Rengginang dapat digoreng tanpa diberi bumbu maupun rasa, asin atau manis. Ada jenis rengginang yang diberi rasa dengan udang, terasi, atau kerang lorjuk (kerang bambu).
  
5. Kueh Ali


                                          Image result for kue ali

Kueh Ali adalah salah satu resep kue tradisional khas Jawa Barat, bentuknya mirip donat. Kue cincin ini disebut dengan kue ali agrem, Umumnya kue cincin ini disajikan pada acara pernikahan, konon katanya melambangkan keabadian.

6. Kicimpring/Eunye 

                                                     Image result for kicimpring

Kecimpring adalah kerupuk dari singkong atau olahan dari singkong yang dibuat kerupuk. Makanan khas bandung ini belum sepopuler makanan lain, karena jarang orang yang membeli kerupuk kecimpring ini untuk dijadikan oleh-oleh khas Bandung, karena mungkin repot membawanya kalau sudah digoreng, sebenarnya bisa bawa yang masih mentah untuk oleh-oleh nanti digoreng sendiri di rumah. Lagipula keripik singkong ini masing-masing daerah sudah punya tersendiri cuma berbeda cara pembuatannya dan bumbunya saja serta namanya, di daerah lain mungkin namanya kerupuk singkong ada juga bahan dasarnya dari buah waluh atau buah labu dan kecimpring kari ebi lezat. Di daerah Jawa Barat bumi Parahiyangan ini banyak sekali pengrajin kicimpring sunda ini dari kab. Majalaya, kuningan, sumedang, khas garut, dll.

Minggu, 23 April 2017

Marawis Al-Baitul Hasanah Pimpinan Al Ustad Lili Blok Cicadas Rw 17/12 Kel. Dangdeur Subang 41212, Jawa Barat Tlp. 089639952834 (Inal doen)



Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Marawis biasanya di tampilkan dalam acara Maulid Nabi Muhamad SAW, pada bulan rajab atau sering di sebut rajaban atau acara yang lainnya yang berkaitan dengan agama.

SEJARAH 

Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari Yaman. Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan hajir (gendang besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm, dumbuk atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong kayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin atau krecekdan [Symbal] yang berdiameter kecil. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu

Dalam Katalog Pekan Musik Daerah, Dinas Kebudayaan DKI, 1997, terdapat tiga jenis pukulan atau nada, yaitu zapin, sarah, dan zahefah. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu gembira pada saat pentas di panggung, seperti lagu berbalas pantun. Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW (shalawat). Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak, sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu.

Pukulan sarah dipakai untuk mengarak pengantin. Sedangkan zahefah mengiringi lagu di majlis. Kedua nada itu lebih banyak digunakan untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat. Dalam marawis juga dikenal istilah ngepang yang artinya berbalasan memukul dan ngangkat. Selain mengiringi acara hajatan seperti sunatan dan pesta perkawinan, marawis juga kerap dipentaskan dalam acara-acara seni-budaya Islam.

JUMLAH PEMAIN 

Musik ini dimainkan oleh minimal sembilan atau sepuluh orang. Setiap orang memainkan satu buah alat sambil bernyanyi. Terkadang, untuk membangkitkan semangat, beberapa orang dari kelompok tersebut bergerak sesuai dengan irama lagu. Semua pemainnya pria, dengan busana gamis dan celana panjang, serta berpeci. namun ada juga wanita. Uniknya, pemain marawis bersifat turun temurun. Sebagian besar masih dalam hubungan darah - kakek, cucu, dan keponakan. Sekarang hampir di setiap wilayah terdapat marawis.