JANGAN MENYERAH ATAS IMPIANMU, IMPIAN MEMBERIMU TUJUAN HIDUP. INGATLAH, SUKSES BUKAN KUNCI KEBAHAGIAAN, KEBAHAGIAANLAH KUNCI SUKSES. SEMANGAT DENGAN TUJUAN AWAL !

Jumat, 09 Juni 2017

Talang air ini berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan desa sukajaya dan desa cicadas, selain itu talang air ini juga merupakan penghubung saluran air dari dangdeur, sukajaya, cicadas sampai babakanbandung, untuk mengairi sawah petani. Talang air ini merupakan salah satu peninggalan belanda yang berdiri kokoh yang berada di Blok Cicadas Rw 20.

JEMBATAN/TALANG AIR

Senin, 08 Mei 2017

Vidio Marawis Al-Baitul Hasanah Pimpinan Al Ustad Lili Blok Cicadas Rt 12/17 Kel. Dangdeur Kec/Kab Subang 41212, Jawa Barat Tlp. 089639952834 (Inal Doen)






Ruwatan Bumi, yaitu ritual manifestasi rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala yang telah diperoleh dari hasil bumi. Ruwatan berasal dari kata Ruwat atau ngarawat (bahasa Sunda) yang artinya memelihara atau mengumpulkan. Makna dari mengumpulkan adalah mengajak masyarakat seluruh kampung berikut hasil buminya untuk dikumpulkan, baik yang masih mentah maupun yang sudah jadi atau dalam taraf pengolahan. Tujuannya selain rasa syukur tadi sekaligus sebagai tindakan tolak bala dan penghormatan terhadap para leluhurnya. Pelaksanaan ruwatan bumi biasanya berlangsung di tanah lapang. Meski masing-masing daerah memiliki ciri sendiri-sendiri, namun pada intinya mereka melakukan ritual keagamaan yang kental dengan peristiwa budaya.

Di Blok Cicadas, Kelurahan Dangdeur Kecamatan Subang, ruwatan bumi masih dipelihara dan dijalankan dengan sangat khitmat oleh masyarakat setempat susai yang diwariskan orang-orang tua dahulu. Ruwatan bumi di daerah ini memang sangat unik dan menarik karena kekuatan tradisi di masa lalu yang terus terpelihara dengan baik. Ditengah modernisasi dan arus globalisasi yang sulit untuk dibendung, ruwatan bumi tentu saja menghadapi ancaman menuju kepunahan. Di beberapa tempat sudah mulai hilang. Padahal sekitar 20 tahun yang lalu, setiap menjelang bulan Maulud selalu diselenggarakan ruwatan bumi. Di Blok Cicadas biasanya ruwatan bumi di laksankan setiap 5 tahun sekali.

Dengan dipimpin ketua kampung atau sesepuh kampung, warga setempat berkumpul di perempatan kampung untuk berkumpul terlebih dahulu sebelum melakukan iring-iringan mengelilingi kampung. Kegiatan ini sekaligus digunakan untuk bersilaturahmi diantara warga, karena setelah ritual kagamaan selesai seluruh warga bergembiria ria, begjoged bersama, makan bersama di lapang sambil istirahat sejenak menghilangkan rasa lelah habis berkeliling desa, ngobrol dan bersenda gurau.

Apa saja rangkaian pelaksanaan pertistiwa ruwatan bumi ini?

Pertama dadahut, yaitu persiapan yang dilakukan masyarakat mulai dari pembentukan panitia, musyawarah pelaksanaaan ruwatan bumi, pengumpulan biaya, membuat makanan, membuat pintu hek (pintu gerbang), membuat sawen atau daun janur dari daun kawung. Kegiatan dadahut ini biasanya dilakuan sebulan sebelum pelaksanaan.

Kedua Ngadieukeun, yaitu ritual khusus bertempat di goah yang dilakuan ketua adat dengan menyajikan banyak sesajen. Tujuannya meminta ijin kepada Tuhan YME supaya seluruh penduduk dan kampungnya dijauhkan dari musibah. 

Ketiga Ijab kabul motong munding, yaitu berdoa sekaligus sambutanketua adat sebelum menyembelih kerbau.

Keempat Ngalawar, yaitu nyuguh atau menyimpan sesaji di stiap sudut kampung. Ngalawar dimaksudkan untuk menghormati para leluhur masyarakat di daerah itu. Ngalawar dimulai dengan menyimpan sesaji di tengah-tengah kampung. Kemudian dilanjutkan di keempat sudut kampung. Sesaji atau sesajen untuk ngalawar ini dibungkus dalam ukuran kecil yang di dalamnya terdapat aneka makanan yang terbuat dari beras.

Kelima Salawatan, yaitu mengucap puji-pujian kepada Allah SWT dan Rosulnya di mesjid-mesjid. Sholawatan dimulai setelah maghrib sampai menjelang Isya.

Keenam pertunjukan seni gembyung yang dilaksanakan pada malam hari.

Ketujuh Numbal, yairtu upacara sakral dengan mengubur sesaji dan makanan yang terbuat dari beras. Tujuan numbal adalah mangurip bumi munar leuwih, artinya hasil bumi dan segala hal yang dilakukan penduduk kampung bisa bermanfaat. Bahan untuk numbal antara lain kelapa hijau, seupaheun, telur, gula merah, rempah-rempah, ayam kampung, pisang, tebu, jawer kotok. Prosesinya, setelah ritual kagamaan dilanjutkan dengan menyembelih ayam kampung. Ayam tersebut dipotong-potong untuk disimpan dalam lubang tertentu yang telah digali. Berikutnya adalah menanam pohon pisang, tebu, jawer kotok dan hanjuang yang disiram air beras.

Kedelapan Helaran, yaitu iring-iringan masyarakat dimulai dari tempat pelaksanaan ruwatan menuju situs makam leluhur. Dalam helaran ini ikut memeriahkan seni beluk, pembawa parukuyan, kuda kosong, pini sepuh, usungan dongdang, seni dogdog, saung sangar, usung tumpeng, dongdang makanan, seni Rengkong dan tari-tarian pembawa kerajinan.

Kesembilan Sawer, yaitu melantunkan syair buhun. Sawer berisi puji-pujian terhadap sang pncipta, para leluhur dan Nyai Pohaci atau Dwi Sri.

Kesepuluh Ijab Kobul, yaitu ritual untuk menutup pelaksanaan ruwatan bumi yang dipimpin ketua adat. Setelah acara sacral biasanya dilanjutan hiburan wayang golek atau kesenian lain yang bernuansa Islam.

Senin, 24 April 2017

Makanan yang ada di Blok Cicadas Kel. Dangdeur Subang, jangan takut kelaparan kalau main ke Blok Cicadas Dangdeur karena banyak makanan yang bisa mengganjal perut anda.

Bisa juga menerima pesanan untuk hajatan atau syukuran, bisa juga langsung datang ke Blok Cicadas. Untuk pemesanan komen aja di kotak komentar, untuk nomor yang bisa di hubungi nanti nyusul upload selanjutnya.

1. Nanas



Blok Cicadas juga tersedia nanas dari mulai nanas biasa sampai nanas simadu, kalau kalian main ke cicadas akan menemukan nanas sepanjang Jl. Piere Tendean cicadas subang, dari arah kalijati-subang atau sebaliknya.

2. Dodongkal

Dodongkal atau Dongkal adalah sejenis makanan tradisional atau kue tradisional indonesia yang termasuk ke dalam kelompok jajanan pasar. Dongkal terbuat dari beras yang ditumbuk halus hingga menghasilkan tepung. Kemudian tepung beras yang telah halus diisikan gula aren dan dikukus. Dongkal biasanya disajikan diatas daun pisang dan ditaburi parutan kelapa diatasnya. Dongkal termasuk kedalam makanan jajanan pasar Indonesia yang mulai langka. Makanan ini bisa ditemui di beberapa daerah di Jawa Barat seperti Sukabumi, Bogor, dan Cianjur. Di daerah Bandung, Dongkal dikenal dengan nama Awug. Dongkal biasa disajikan bersama secangkir teh sebagai kudapan.

3. Opak

                                         Image result for opak 

Opak adalah kudapn kering renyah sejenis dengan kerupuk khas Sunda, Jawa Barat. Opak berbeda bahan dasarnya dari kerupuk. Kerupuk terbuat dari tepung tapioka, sedangkan opak terbuat dari tepung keras yang diberi bumbu garam, gula, dan bumbu penyedap.

4. Rengginang/Ranginang


                                       Image result for rengginang


Rengginang adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari nasi atau beras ketan yang dikeringkan dengan cara dijemur di bawah panas matahari lalu digoreng panas dalam minyak goreng dalam jumlah yang banyak. Agak berbeda dari jenis kerupuk lain yang umumnya terbuat dari adonan bahan yang dihaluskan seperti tepung tapioka atau tumbukan biji melinjo, rengginang tidak dihancurkan sehingga bentuk butiran nasi atau ketannya masih tampak. Seringkali rengginang dibuat dari nasi sisa yang tak termakan, lalu dijemur dan dikeringkan untuk kemudian digoreng dan dijadikan rengginang.

Di Jawa Tengah juga dikenal penganan yang sama yang disebut intip goreng, yakni kerak nasi (Jw.: intip) sisa menanak yang melekat pada dandang yang kemudian dikeringkan dan digoreng. Perbedaan antara intip goreng dan rengginang hanyalah pada ukurannya. Intip berukuran lebih besar daripada rengginang karena dicetak dari dasar dandang atau periuk penanak nasi. Dalam pada itu, di beberapa tempat di Jawa Barat dikenal pula penganan berbentuk serupa namun dengan bahan dasar singkong atau gaplek, yang disebut renggining.

Rengginang dapat digoreng tanpa diberi bumbu maupun rasa, asin atau manis. Ada jenis rengginang yang diberi rasa dengan udang, terasi, atau kerang lorjuk (kerang bambu).
  
5. Kueh Ali


                                          Image result for kue ali

Kueh Ali adalah salah satu resep kue tradisional khas Jawa Barat, bentuknya mirip donat. Kue cincin ini disebut dengan kue ali agrem, Umumnya kue cincin ini disajikan pada acara pernikahan, konon katanya melambangkan keabadian.

6. Kicimpring/Eunye 

                                                     Image result for kicimpring

Kecimpring adalah kerupuk dari singkong atau olahan dari singkong yang dibuat kerupuk. Makanan khas bandung ini belum sepopuler makanan lain, karena jarang orang yang membeli kerupuk kecimpring ini untuk dijadikan oleh-oleh khas Bandung, karena mungkin repot membawanya kalau sudah digoreng, sebenarnya bisa bawa yang masih mentah untuk oleh-oleh nanti digoreng sendiri di rumah. Lagipula keripik singkong ini masing-masing daerah sudah punya tersendiri cuma berbeda cara pembuatannya dan bumbunya saja serta namanya, di daerah lain mungkin namanya kerupuk singkong ada juga bahan dasarnya dari buah waluh atau buah labu dan kecimpring kari ebi lezat. Di daerah Jawa Barat bumi Parahiyangan ini banyak sekali pengrajin kicimpring sunda ini dari kab. Majalaya, kuningan, sumedang, khas garut, dll.

Minggu, 23 April 2017

Marawis Al-Baitul Hasanah Pimpinan Al Ustad Lili Blok Cicadas Rw 17/12 Kel. Dangdeur Subang 41212, Jawa Barat Tlp. 089639952834 (Inal doen)



Marawis adalah salah satu jenis "band tepuk" dengan perkusi sebagai alat musik utamanya. Musik ini merupakan kolaborasi antara kesenian Timur tengah dan Betawi, dan memiliki unsur keagamaan yang kental. Itu tercermin dari berbagai lirik lagu yang dibawakan yang merupakan pujian dan kecintaan kepada Sang Pencipta. Marawis biasanya di tampilkan dalam acara Maulid Nabi Muhamad SAW, pada bulan rajab atau sering di sebut rajaban atau acara yang lainnya yang berkaitan dengan agama.

SEJARAH 

Kesenian marawis berasal dari negara timur tengah terutama dari Yaman. Nama marawis diambil dari nama salah satu alat musik yang dipergunakan dalam kesenian ini. Secara keseluruhan, musik ini menggunakan hajir (gendang besar) berdiameter 45 Cm dengan tinggi 60-70 Cm, marawis (gendang kecil) berdiameter 20 Cm dengan tinggi 19 Cm, dumbuk atau (jimbe) (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang, memiliki diameter yang berbeda pada kedua sisinya), serta dua potong kayu bulat berdiameter sepuluh sentimeter. Kadang kala perkusi dilengkapi dengan tamborin atau krecekdan [Symbal] yang berdiameter kecil. Lagu-lagu yang berirama gambus atau padang pasir dinyanyikan sambil diiringi jenis pukulan tertentu

Dalam Katalog Pekan Musik Daerah, Dinas Kebudayaan DKI, 1997, terdapat tiga jenis pukulan atau nada, yaitu zapin, sarah, dan zahefah. Pukulan zapin mengiringi lagu-lagu gembira pada saat pentas di panggung, seperti lagu berbalas pantun. Nada zapin adalah nada yang sering digunakan untuk mengiringi lagu-lagu pujian kepada Nabi Muhammad SAW (shalawat). Tempo nada zafin lebih lambat dan tidak terlalu menghentak, sehingga banyak juga digunakan dalam mengiringi lagu-lagu Melayu.

Pukulan sarah dipakai untuk mengarak pengantin. Sedangkan zahefah mengiringi lagu di majlis. Kedua nada itu lebih banyak digunakan untuk irama yang menghentak dan membangkitkan semangat. Dalam marawis juga dikenal istilah ngepang yang artinya berbalasan memukul dan ngangkat. Selain mengiringi acara hajatan seperti sunatan dan pesta perkawinan, marawis juga kerap dipentaskan dalam acara-acara seni-budaya Islam.

JUMLAH PEMAIN 

Musik ini dimainkan oleh minimal sembilan atau sepuluh orang. Setiap orang memainkan satu buah alat sambil bernyanyi. Terkadang, untuk membangkitkan semangat, beberapa orang dari kelompok tersebut bergerak sesuai dengan irama lagu. Semua pemainnya pria, dengan busana gamis dan celana panjang, serta berpeci. namun ada juga wanita. Uniknya, pemain marawis bersifat turun temurun. Sebagian besar masih dalam hubungan darah - kakek, cucu, dan keponakan. Sekarang hampir di setiap wilayah terdapat marawis.